Berita

Danantara Siapkan Dana Rp20 Triliun untuk Dukung Peternak Ayam Nasional

Published

on

Spread the love

Jakarta, Februari 2026 – Pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan kesiapan mengalokasikan dana senilai Rp20 triliun sebagai bagian dari dukungan terhadap peternak ayam di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan dalam video tayangan berita yang dipublikasikan oleh MetroTV pada 14 Februari 2026.

Program ini dirancang tidak sebagai pembangunan peternakan oleh Danantara sendiri, melainkan sebagai pembiayaan bagi peternak ayam pedaging dan petelur rakyat untuk memperkuat produksi protein hewani di dalam negeri dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).


Skema Pembiayaan Peternak Rakyat

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memastikan bahwa anggaran Rp20 triliun akan digunakan untuk membiayai para peternak ayam, bukan untuk pembangunan fasilitas peternakan secara langsung oleh Danantara.

Menurut Nanik, pembiayaan ini akan membentuk ekosistem terintegrasi yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di hulu hingga peternakan kecil di hilir, guna menjamin stabilitas pasokan dan harga ayam serta telur. Skema ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan protein hewani untuk program MBG sekaligus mencegah lonjakan harga pangan di pasar.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa saat ini kajian teknis terkait infrastruktur, lokasi, dan jadwal pelaksanaan proyek masih berlangsung untuk memastikan implementasi berjalan efektif dan tepat sasaran.


Tujuan Strategis Program

Program pembiayaan Rp20 triliun ini tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas industri perunggasan nasional. Beberapa tujuan utama program tersebut antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas produksi ayam dan telur lokal, untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan MBG.
  • Mengurangi tekanan harga pangan, termasuk bunga peternak rakyat akibat fluktuasi harga pakan dan ayam hidup.
  • Menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, dengan keterlibatan peternak rakyat di seluruh wilayah Indonesia.

Respons dan Tanggapan Pemangku Kepentingan

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rivqy Abdul Halim, menyambut rencana dukungan tersebut namun memberikan sejumlah saran strategis. Menurutnya, program ini sebaiknya juga diarahkan untuk memperkuat sektor pembibitan (DOC) yang saat ini masih sulit diakses oleh peternak rakyat. Rivqy juga mengusulkan agar sebagian anggaran dialokasikan untuk memperbaiki ketersediaan pakan ternak yang berkualitas dan terjangkau.

Beberapa pengamat peternakan turut mengingatkan bahwa investasi besar harus mempertimbangkan daya tahan usaha peternak kecil agar tidak terdesak oleh investasi skala besar, serta memastikan keberlanjutan usaha rakyat dalam ekosistem industri ayam nasional.


Implikasi bagi Industri Peternakan Ayam

Dilihat dari sisi ekonomi dan sosial, alokasi Rp20 triliun ini dipandang sebagai langkah penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Implementasi program pembiayaan diharapkan dapat memberi dampak positif berupa:

  • Perluasan akses modal bagi peternak rakyat, terutama yang selama ini terkendala permodalan.
  • Peningkatan kapasitas produksi lokal untuk memenuhi target kebutuhan pangan nasional, khususnya pada masa lonjakan konsumsi.
  • Penyerapan tenaga kerja lebih luas melalui pemberdayaan sektor agribisnis rakyat.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi transformasi industri perunggasan, dengan memperkuat hilirisasi dan penguatan rantai pasok produksi ayam di tanah air.


Kesimpulan

Pengumuman kesiapan Danantara menggelontorkan dana sebesar Rp20 triliun untuk peternak ayam menandai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung program kesejahteraan masyarakat. Meskipun masih dalam tahap kajian teknis, arah kebijakan ini mendapatkan respons luas dari pemangku kepentingan dan dipandang sebagai upaya penting untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat produksi lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please enable JavaScript

Trending

Exit mobile version