Investasi Danantara Rp20 Triliun: PERMINDO Desak Transparansi dan Kemudahan Akses bagi Peternak Rakyat
Jakarta, PERMINDO – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi mengumumkan komitmen investasi sebesar Rp20 triliun untuk pengembangan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi. Langkah besar ini diharapkan menjadi angin segar bagi peternak rakyat yang selama ini terhimpit oleh sulitnya akses bibit ayam (Day Old Chicken/DOC) dan pakan.
Harapan Besar di Tengah Krisis DOC
Ketua Umum PERMINDO, Kusnan, menyambut baik langkah pemerintah tersebut namun memberikan catatan kritis. Menurutnya, meski harga ayam di pasar saat ini tergolong tinggi, peternak mandiri masih kesulitan mendapatkan DOC karena stok lebih banyak diserap secara internal oleh perusahaan integrator .
“Harapan kami di PERMINDO, akses investasi Rp20 triliun ini benar-benar terimplementasi dengan transparan dan tersampaikan langsung kepada peternak di lapangan,” tegas Kusnan .
Tuntutan Keadilan Input Produksi
PERMINDO menekankan bahwa kucuran dana tersebut harus menyasar dua aspek krusial agar peternak mandiri bisa bersaing dengan perusahaan raksasa:
Akses DOC yang Terjangkau: Memastikan distribusi bibit ayam kembali merata, mudah didapat, dan harganya sesuai dengan Harga Pokok Produksi (HPP) yang adil .
Keadilan Harga Pakan: PERMINDO berharap input biaya pakan bagi peternak rakyat bisa setara dengan harga yang dinikmati oleh integrator besar .
Dampak Strategis bagi Ekonomi Nasional
Program pengembangan fase 1 yang akan dilakukan di enam titik wilayah Indonesia ini diproyeksikan mampu memberikan dampak luas, di antaranya :
Tambahan produksi hingga 1,5 juta ton daging ayam dan telur .
Penciptaan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru .
Peningkatan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun
PERMINDO akan terus mengawal kebijakan ini agar tidak hanya berhenti pada level wacana, tetapi benar-benar memperbaiki tata niaga perunggasan nasional demi melindungi eksistensi peternak kecil di seluruh Indonesia.