SobatTernak, Kementerian Pertanian menegaskan komitmen distribusi DOC yang lebih adil dan transparan. Bersama Plt Bupati Pati, GPPU, dan perwakilan peternak mandiri, disepakati langkah untuk memastikan kepastian akses DOC serta menjaga keberlanjutan usaha perunggasan. Produksi DOC nasional tersedia. Fokusnya adalah distribusi tepat sasaran agar peternak terlindungi dan usaha tetap stabil. Sobat Ternak, simak penjelasan lengkapnya pada video berikut ini. #DukungPeternakLokal#KementanRI#SwasembadaPangan#Pati
Melalui video edukatif di media sosial, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyoroti faktor krusial yang sering dianggap sepele oleh peternak, yaitu kualitas DOC (Day Old Chick) atau anak ayam umur sehari.
Keberhasilan usaha peternakan ayam sangat ditentukan sejak awal, yakni dari kualitas DOC yang digunakan.
DOC Berkualitas Jadi Fondasi Utama
Dalam video tersebut, Ditjen PKH menegaskan bahwa DOC bukan sekadar bibit, melainkan fondasi utama dalam seluruh siklus produksi ayam, baik broiler maupun layer.
DOC yang berkualitas umumnya memiliki ciri-ciri:
Aktif dan lincah
Mata cerah dan terbuka sempurna
Bulu kering dan bersih
Tidak cacat fisik
Nafsu makan baik
Sebaliknya, DOC yang tidak memenuhi standar berisiko tinggi menyebabkan:
Pertumbuhan tidak optimal
Tingkat kematian (mortalitas) tinggi
Konversi pakan buruk
Kerugian ekonomi bagi peternak
Kenapa Pemilihan DOC Sangat Krusial?
Video ini menekankan bahwa banyak kegagalan peternak sebenarnya sudah dimulai sejak pemilihan DOC.
Kesalahan umum yang sering terjadi di lapangan antara lain:
Membeli DOC tanpa memperhatikan sumber hatchery
Tergiur harga murah tanpa jaminan kualitas
Tidak melakukan pengecekan fisik saat penerimaan
Padahal, DOC yang baik akan menentukan:
Kecepatan pertumbuhan ayam
Efisiensi pakan
Ketahanan terhadap penyakit
Artinya, kesalahan di awal tidak bisa diperbaiki di tengah jalan.
Peran Pemerintah dalam Menjamin Mutu DOC
Melalui Ditjen PKH, pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga standar mutu DOC di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui:
Pengawasan hatchery (penetasan)
Sertifikasi dan standar mutu DOC
Pembinaan pelaku usaha pembibitan
Edukasi kepada peternak
Langkah ini bertujuan agar DOC yang beredar di masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kualitas.
Pesan Tersirat: Peternak Harus Lebih Selektif
Selain edukasi teknis, video ini juga membawa pesan kuat kepada peternak: jangan kompromi soal kualitas DOC.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan peternak:
Membeli DOC dari sumber terpercaya
Memastikan ada sertifikat atau jaminan kualitas
Mengecek kondisi DOC saat datang
Segera melakukan penanganan awal (brooding) dengan benar
Dengan langkah ini, risiko kerugian dapat ditekan sejak awal.
Dampak Langsung terhadap Produktivitas
DOC yang berkualitas akan memberikan efek domino positif, seperti:
Pertumbuhan ayam lebih seragam
Waktu panen lebih cepat
Biaya produksi lebih efisien
Keuntungan lebih maksimal
Sebaliknya, DOC yang buruk akan terus “membebani” performa hingga panen.
Kesimpulan
Video dari Ditjen PKH ini menegaskan satu hal penting: kunci sukses beternak ayam dimulai dari DOC.
Peternak tidak boleh lagi menganggap pemilihan DOC sebagai hal sepele. Justru di sinilah titik penentu untung atau rugi dalam usaha peternakan.
Dengan memilih DOC berkualitas dan mengikuti standar yang dianjurkan, peternak dapat meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko kerugian.