Berita

PERMINDO Desak Ketegasan Pemerintah: Statement Wamentan di Ciamis Harus Diikuti Aksi Nyata, Bukan Sekadar Janji

Published

on

Spread the love

Ciamis, 29 April 2026 – Pernyataan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dalam agenda Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional di Ciamis menjadi momentum penting bagi arah kebijakan perunggasan nasional ke depan. Di tengah kondisi peternak yang masih menghadapi tekanan berat, PERMINDO menilai bahwa komitmen pemerintah perlu segera diterjemahkan ke dalam langkah konkret yang terukur dan konsisten.

Selama ini, peternak rakyat telah berulang kali menghadapi dinamika yang sama—harga ayam hidup (live bird/LB) yang fluktuatif dan kerap berada di bawah biaya pokok produksi (HPP), sementara biaya produksi seperti pakan dan DOC terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan penguatan tata kelola industri yang lebih responsif dan berimbang.


Peternak Rakyat dalam Tekanan Struktural

Situasi yang dihadapi peternak saat ini bukan hanya persoalan siklus pasar, tetapi juga mencerminkan tantangan struktural dalam industri perunggasan nasional. Ketidakseimbangan antara supply dan demand, serta distribusi akses produksi yang belum merata, turut memperlemah posisi peternak mandiri.

Dalam konteks ini, PERMINDO memandang bahwa kehadiran negara menjadi faktor kunci untuk memastikan terciptanya ekosistem usaha yang adil, terutama bagi peternak skala kecil dan menengah.


Pengendalian Produksi Perlu Konsistensi

Salah satu poin penting dalam pernyataan Wamentan adalah pengendalian produksi, khususnya terkait impor bibit Grand Parent Stock (GPS). Langkah ini dinilai tepat, mengingat dampak kebijakan impor akan memengaruhi kondisi pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

Namun demikian, PERMINDO menekankan bahwa:

Pengendalian produksi harus dilakukan secara konsisten, berbasis data kebutuhan riil nasional, dan dilaksanakan secara transparan.

Dengan pendekatan tersebut, potensi kelebihan pasokan yang berdampak pada penurunan harga di tingkat peternak dapat diminimalkan.


Distribusi DOC dan Akses yang Berkeadilan

Implementasi kebijakan distribusi DOC 50:50 sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah merupakan langkah strategis untuk memperkuat peternak rakyat. Namun, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.

PERMINDO mendorong agar:

  • Distribusi benar-benar tepat sasaran
  • Peternak mandiri memperoleh akses yang proporsional
  • Mekanisme pengawasan diperkuat

Dengan demikian, kebijakan tidak hanya berhenti di tingkat regulasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak.


Hilirisasi sebagai Solusi Jangka Panjang

Selain penguatan di sektor hulu, pengembangan hilirisasi menjadi langkah penting dalam menciptakan stabilitas industri. Transformasi dari penjualan live bird menuju produk karkas dan olahan dinilai mampu:

  • Mengurangi tekanan harga di tingkat peternak
  • Meningkatkan nilai tambah produk
  • Memperluas akses pasar

Optimalisasi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) serta penguatan rantai dingin perlu terus didorong agar sistem pemasaran menjadi lebih modern dan efisien.


Kolaborasi dan Konsolidasi Jadi Kunci

Konsolidasi peternak rakyat yang dilakukan di Ciamis mencerminkan semangat untuk memperkuat posisi peternak dalam rantai industri. PERMINDO menilai bahwa kolaborasi antara:

  • Pemerintah
  • Peternak rakyat dan koperasi
  • Pelaku usaha besar

merupakan fondasi penting untuk menciptakan industri yang lebih seimbang dan berkelanjutan.


Momentum untuk Perbaikan Nyata

Statement Wamentan di forum ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. PERMINDO memandang bahwa keberpihakan terhadap peternak rakyat akan semakin kuat apabila diikuti oleh:

  • Kebijakan yang implementatif
  • Pengawasan yang konsisten
  • Respons cepat terhadap dinamika pasar

Dengan langkah tersebut, stabilitas industri dapat lebih terjaga dan kepercayaan peternak terhadap kebijakan pemerintah dapat meningkat.


Kesimpulan

Konsolidasi Peternak Rakyat di Ciamis menjadi pengingat bahwa sektor perunggasan membutuhkan keseimbangan antara kebijakan, pasar, dan keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil.

PERMINDO berharap komitmen yang disampaikan oleh Wamentan dapat segera diwujudkan dalam langkah nyata, sehingga peternak rakyat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek utama dalam pembangunan industri perunggasan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version