Berita

PERMINDO Gelar Konsolidasi Akbar Nasional, Satukan Suara Peternak Hadapi Anjloknya Harga Livebird

Published

on

Spread the love

Perhimpunan Peternak Mandiri Nasional (PERMINDO) kembali mengambil langkah nyata dalam memperjuangkan nasib peternak rakyat dengan menggelar Konsolidasi Akbar Nasional sebagai respons atas anjloknya harga livebird yang semakin menekan kondisi peternak ayam di berbagai daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan suara seluruh elemen peternak nasional, mulai dari peternak broiler, layer, komunitas peternak mandiri, hingga pelaku usaha perunggasan nasional yang saat ini menghadapi tekanan berat akibat ketidakstabilan industri unggas.

Harga Livebird Anjlok, Peternak Semakin Tertekan

Dalam beberapa waktu terakhir, harga livebird di tingkat peternak mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi tersebut diperparah dengan harga pakan dan DOC yang justru terus mengalami kenaikan.

Situasi ini menyebabkan margin usaha peternak rakyat semakin tertekan dan banyak peternak mulai kesulitan mempertahankan operasional kandangnya.

PERMINDO menilai kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena berpotensi mematikan usaha peternak mandiri dan memperbesar ketimpangan di sektor perunggasan nasional.

Karena itu, diperlukan langkah bersama dan konsolidasi nasional agar aspirasi peternak rakyat dapat tersampaikan secara kuat dan terorganisir.

Konsolidasi Akbar Jadi Wadah Persatuan Peternak Nasional

Melalui Konsolidasi Akbar Nasional ini, PERMINDO mengundang seluruh asosiasi peternak ayam broiler maupun layer se-Indonesia untuk bersama-sama membahas langkah strategis menghadapi situasi industri unggas saat ini.

Agenda utama dalam kegiatan tersebut meliputi:

  • sikap bersama menghadapi anjloknya harga livebird,
  • desakan transparansi pasar dan tata niaga perunggasan yang adil,
  • desakan kestabilan harga pakan dan DOC,
  • hingga penyusunan rekomendasi serta aksi nyata kepada pemerintah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjuangan bersama bagi peternak rakyat agar memiliki posisi yang lebih kuat dalam menyuarakan kepentingan sektor perunggasan nasional.

PERMINDO Dorong Tata Niaga Perunggasan yang Lebih Adil

PERMINDO menilai permasalahan utama di sektor unggas bukan hanya soal harga, tetapi juga menyangkut tata niaga yang belum sepenuhnya berpihak kepada peternak rakyat.

Ketika harga jual ayam di kandang jatuh di bawah biaya produksi sementara harga pakan dan DOC terus meningkat, maka peternak menjadi pihak yang paling terdampak.

Oleh sebab itu, PERMINDO mendorong pemerintah agar lebih serius melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi dan mekanisme pasar di sektor perunggasan nasional.

Selain itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan usaha antara industri besar dan peternak mandiri agar tercipta iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

Peternak Rakyat Harus Tetap Menjadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Di tengah tantangan yang dihadapi industri unggas saat ini, peternak rakyat tetap memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Peternak mandiri merupakan bagian utama dari rantai produksi pangan Indonesia yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Karena itu, keberlangsungan usaha peternak rakyat harus menjadi perhatian bersama. Apabila peternak rakyat terus tertekan tanpa solusi nyata, maka dampaknya tidak hanya dirasakan sektor perunggasan, tetapi juga terhadap stabilitas pangan nasional.

Melalui Konsolidasi Akbar Nasional ini, PERMINDO berharap seluruh elemen peternakan dapat bersatu memperjuangkan keberlangsungan usaha peternak rakyat sekaligus memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Semangat Persatuan untuk Masa Depan Peternak Indonesia

Dengan mengusung semangat “Kemandirian Adalah Kekuatan, Siji Wadah Siji Perjuangan”, kegiatan ini menjadi simbol persatuan peternak nasional dalam menghadapi berbagai tantangan industri unggas.

PERMINDO percaya bahwa perubahan hanya dapat diwujudkan apabila peternak bersatu, saling mendukung, dan bergerak bersama memperjuangkan masa depan sektor perunggasan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version